Kalau mati, dengan berani. Kalau hidup, dengan berani. Kalau keberanian tidak ada, itulah sebabnya setiap bangsa asing bisa jajah kita.
-Pramoedya Ananta Toer
Melihat bendera indonesia di skrin komputer
Aku teringat ketika kecil bagaimana ayah aku menceritakan tentang kesaktian kata kata dan pidato soekarno
Bila aku membesar dan berkawan dengan Mat Google
Saheh - surah surah dari ayah tentang Soekarno benar belaka
Lalu aku teringat ketika aku memburuh di Johor Bahru
Di sebuah kilang antarabangsa kepunyaan Amerika
Aku ada ramai kenalan dari Indonesia dan dari pelbagai suku
Kami meraikan dunia tanpa ada beda apapun
Aku buka rahsia - gadis Indonesia memang rupawan
Sofiah - gadis kecil molek
Berkulit putih dan bertudung
Selalu mundar mandir ketika memburuh
Lalu anak mata aku juga mundar mandir sama
Oh!!! alangkah indanya dunia
Aku sempat juga belajar bahasa suku Indonesia
Dari Palembang hingga ke Minang
Tapi kini semua sudah hilang
Tak ada kawan lagi mahu bicara soal Indonesia
Aku juga teringat Sephia
Lagu Indonesia pertama yang aku jatuh cinta
Dari situ baru aku mengenali Rhoma Irama - Titek Puspa dan Hetty Koes Endang
Menjelang abad baru
Sekali lagi aku jatuh cinta
Kali ini dengan sastera Indonesia melalui cerita Ada Apa Dengan Cinta
Bacaan puisi menjadikan aku gila
Jujuran dari itu aku mengenali Rendra - Pramoedya dan Andrea Hirata
Secara jujur - Aku menganggap Indonesia adalah sahabat dan jiran yang baik
Aku langsung tidak pernah menghargai Singapura dan sangat jelek dengan negara itu atas sikap bongkaknya.
Makanya Bung Karno aku jungjung di kepala
Dan Lee Kuan Yew aku letak di tapak kaki

uluy tapai kakai bang~
BalasPadamkah kah kah
hiduplah indonesia raya!
BalasPadam